BALIKPAPAN-Ketua DPC Gapeksindo Balikpapan, Ir
H Hasyim ST mengatakan, munculnya kekhawatiran bakal tertundanya
pelaksanaan lelang proyek APBD Balikpapan, bukan untuk proyek pengadaan
barang dan jasa, tapi pada proyek fisik—yang diikuti para pengusaha
jasa konstruksi (kontraktor, red). “Kalau untuk lelang hingga
pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa, bisa lebih cepat, karena
tidak ada proses pekerjaan fisik.
Begitu pemenang lelang diputuskan, barang yang diinginkan bisa
langsung dibeli atau dipesan di luar Balikpapan. “Ini berbeda dengan
proyek fisik, semisal membangun gedung—yang perlu waktu untuk
membangunnya (terkait usia bangunan sekitar 6 bulan, red), sekaligus
ada masa pemeliharaan,” ujar Hasyim menjawab Metro di kantornya, belum
lama ini.
Sebab itu, tandas alumni Universitas Petra Surabaya ini, idealnya
memang ada skala prioritas untuk pelaksanaan lelang. Misalnya,
mendahulukan lelang untuk proyek fisik yang prosesnya memang cukup lama
dan diyakini bakal diikuti banyak kontraktor. “Tim satgas mestinya
membuat skala prioritas untuk proyek fisik yang memang diperlukan
masyarakat.
Seperti gedung atau bangunan sekolah, fasilitas umum dan lainnya.
Mengapa harus seperti itu, supaya masyarakat dan kontraktor juga tidak
dirugikan,” tutur dia. Apalagi ucap direktur PT Meranti Group ini,
pemkot sudah menetapkan aturan untuk tidak lagi membuat proyek
luncuran. “Kan tidak munkin sebuah proyek gedung yang dibangun putus
begitu saja.
Misalnya sebuah bangunan SD, karena waktunya tidak sempat lagi
hingga akhir Desember, tapi karena tidak ada luncuran, terpaksa
bangunan itu tanpa atap. Ini kan jelas merugikan masyarakat,” paparnya.
Karenanya, Hasyim menawarkan usul, agar tim satgas lelang termasuk
pihak terkait di Pemkot Balikpapan, bisa berdialog untuk mencari solusi
terbaik terkait pelaksanaan lelang proyek fisik ini.
“Kami bukan mendikte pemkot, tapi berharap kejadian tahun-tahun
sebelumnya untuk pelaksnaan lelang yang terpaksa molor, tidak terjadi
lagi tahun ini,” ujar dia. Sebelumnya, Kapala Bagian (Kabag)
Pembangunan Pemkot Balikpapan, Ir Muhaimin ST membantah kekhawatiran
bakal tertundanya pelaksanaan lelang atau tender proyek APBD Balikpapan
tahun 2009 ini akibat dua hajatan besar nasional, yakni pemilu
legislatif dan pemilihan presiden (pilpres).
Muhaimin yang juga koordinator Tim Satuan Tugas (Satgas) Pelelangan
Pemkot Balikpapan ini menegaskan, pelaksanaan lelang proyek fisik,
pengadaan barang dan jasa serta jasa konsultan, dijamin sesuai target
waktu yang ditetapkan. “Jadi, tidak ada hubungan pelaksanaan lelang
terhambat hanya dua agenda nasional, yakni pemilu legislatif dan pemilu
presiden.
Karena di pemkot, sudah ada tim satgas lelang yang memang ditugasi
untuk mengurusi proses pelaksanaan lelang agar berjalan lancar,” ujar
Muhaimin menjawab Metro di kantornya, Jumat (8/5) Apalagi, tandas dia,
ada 30 orang yang ditunjuk dalam tim satgas lelang atau sebanyak 6
regu. Mereka inilah, yang setiap saat memproses usulan kegiatan di
masing-masing dinas-instansi (SKPD, red) .
Namun, cepat atau lambatnya proses itu, diakuinya sangat tergantung
dari proses usulan di masing-masing instansi tadi. Sebenarnya, kata
Muhaimin, ada enam tahapan dalam sebuah proses lelang. Yakni, mulai
pengajuan dokumen lelang ke tim satgas, proses kelengkapan dokumen dari
SKPD, evaluasi penawaran, verifikasi, pengumuman pemenang dan penetapan
pemenang.
“Tahapan inilah, yang memerlukan proses, sehingga pelaksanaan lelang
tidak bisa instant atau secepat yang dibayangkan banyak orang,”
tuturnya. Untuk tahun ini, pemkot akan meluncurkan sebanyak 455 paket
pekerjaan yang akan dilelang atau ditenderkan, dengan nilai sekitar 320
miliar.
Dari jumlah itu, ada 305 paket pekerjaan dengan nilai di bawah Rp
600 juta, yang akan dilelang secara manual, serta 155 paket pekerjaan
dengan nilai di atas Rp 600 juta, yang akan dilelang lewat sistem
tender elektronik atau e-proc.
Hingga Akhir April 2009, lanjut Muhaimin yang juga Ketua DPD KNPI
Balikpapan tersebut, yang sudah dalam tahap proses lelang sebanyak 234
paket pekerjaan dengan nilai sebesar Rp 116.039.257-688. Dari jumlah
itu, 188 paket pekerjaan dilelang secara manual dan 46 paket pekerjaan
dilelang lewat internet (e-proc, red).
Hanya saja ia mengakui, untuk proyek fisik APBD—melalui Dinas
Pekerjaan Umum (PU), memang belum semua diluncurkan. “Sejauh ini, dari
PU baru masuk usulan 7 paket kegiatan ke tim satgas lelang dan semuanya
proyek drainase,” ujarnya.(rud)