Semen Langka Pengusaha Menjerit
By admin on Jan 22, 2010 | In Announcements | 57 feedbacks »
BALIKPAPAN-Melambungnya harga dan krisis semen berbagai merek yang terjadi belakangan ini, diakui kalangan pengusaha sektor jasa konstruksi bisa tambah “gawat”,
kalau kondisinya berlanjut hingga tiga bulan ke depan.
“Kalau sampai tiga bulan kedepan kondisinya tetap seperti ini, itu berarti bukan hanya sinyal bahaya, tapi jadi ancaram serius bagi kalangan pengusaha
jasa konstruksi dan pengembang properti atau perumahan,” kata Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Balikpapan, Ir H Parto Hadisantoso menjawab Metro di kantornya, Rabu (20/1) kemarin.
Parto menegaskan, kelangkaan semen dan tiba-tiba menghilang di pasaran, serta dipicu melambungnya harga harga semen berbagai merek sejak awal Januari hingga saat ini, terbuka peluang memunculkan aksi spekulan. “Kalau kondisinya makin langka, pasti ada ulah spekulan yang bermain di tengah situasi.
Sebab, kenaikan harga yang tidak wajar dan diikuti menghilangnya semen di pasaran, bisa dipicu ulah para spekulan, baik itu agen, distributor bahkan toko material sendiri,” tuturnya. Jika ini terus berlanjut, tandasnya, pasti yang dirugikan masyarakat pengusaha jasa konstruksi dan pengembang, termasuk masyarakat banyak.
Sebab, semen adalah material utama sebuah proyek fisik, selain besi, kayu, pasir dan lainnya. “Yang kami dengar, kabarnya harga material lain seperti batu bata, besi, kayu dan lainnya juga ikut-ikutan naik. Ini, yang membuat margin atau keuntungan pengusaha bisa jauh berkurang, kalau hitungan lelang proyek fisik memakai satuan harga sebelumnya,” papar dia.
Namun ia berharap, kondisi kelangkaan dan naiknya harga semen ini hanya sementara, karena murni faktor cuaca—yang menghambat distribusi semen dari produsen di Jawa dan Sulawesi. “Moga-moga hanya faktor cuaca, bukan ulah para spekulan,” tutur dia.
Ditanya langkah operasi pasar dan sidak tim terpadu yang pernah dilakukan saat krisis semen terjadi tahun 2008, Parto memandang hal itu bisa saja dilakukan, sepanjang kondisinya memang benar-benar gawat. “Kita menunggu dulu, apakah situasi ini bakal sama dengan tahun 2008. Kalau itu terjadi, memang perlu dilakukan sidak dan langkah OP, termasuk melibatkan aparat kepolisian,” serganya.
Seperti dilansir Metro, sinyal kenaikan harga semen sudah tercium sejak awal Januari 2010 lalu. Bahkan, pasokan semen asal Sulawesi merek Tonasa, mendadak hilang di pasaran. Kalaupun ada, harganya sudah melambung tajam. Sejumlah toko material banguan yang ditemui Metro mengatakan, stok semen merek Tonasa mulai susah didapat.
“Kemarin masih ada stoknya, itupun harganya sudah naik. Kami sudah menjualnya Rp 58 ribu/zak, padahal sebelumnya hanya Rp 54 ribu/zak,” kata Ari, pekerja di Roko Sinar Logam, toko material yang berada di kawasan Pandansari.. Sebagai gantinya, ia pun menyediakan semen merek Tiga Roda, guna memenuhi kebutuhan bahan bangunan, khususnya semen bagi para pelanggannya. “Itu pun harganya sudah naik juga.
Tadinya hanya Rp 55 ribu/zak, kini dijual Rp 56 ribu/zak. Katanya, pengiriman lagi terganggu, stoknya disini minim makanya harga jadi naik,” paparnya. Hal senada juga diungkapkan Herman, pemilik Toko Laut Jaya, yang menjual material bangunan di kawasan Terminal Balikpapan Permai (BP). “Stok semen Tonasa saya tinggal 100 zak. Paling nggak lama ludes dibeli konsumen.
Cuma Tonasa yang kosong, lainnya enggak. Makanya, saya stok semen merek lain seperti Holcim,” ujar Herman. Harga semen Holcim per zak masih dijual Rp 52 ribu/kg. “Kalau Tonasa harganya sudah Rp 60 ribu per zak,” terangnya.
Menariknya, informasi yang didapat Metro dari para pedagang material bangunan, harga semen Tonasa di Balikpapan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan pasaran harga semen di Samarinda yang kabarnya mencapai Rp 75 ribu/zak.
Kuat dugaan, distributor memilih mendistribusikannya pasokan semen khususnya Tonasa ke Samarinda daripada di Balikpapan. “Belakangan memang banyak orang Samarinda yang lari kesini untuk beli semen,” ungkap Herman.(rud)
57 comments
After reading this article I am seriously thinking of going ahead and doing all 3.
This post has 291 feedbacks awaiting moderation...
Leave a comment
| « Tantangan Pengusaha Jasa Konstruksi Balikpapan Tahun 2010 | Buat Skala Prioritas Tender Proyek eproc » |

